Legenda Garam Jono

Legenda di Balik Cita Rasa Garam Desa Jono

Selain rasa dan proses pembuatannya yang unik, Garam Jono memegang mitologi legendaris tentang perjalanan bocah linglung yang mengaku sebagai putra Aji Saka, Raja Kerajaan Medang Kamulan.

Mari kita simak selengkapnya…

Alkisah ada Kerajaan Medang Kamulan dan rajanya bernama Dewata Cengkar (raja raksasa). Raja berkelahi dengan Aji Saka dan kalah. Dewata Cengkar berubah menjadi Bajul Putih (buaya putih) di Laut Selatan. Akhirnya Aji Saka menjadi raja. Kemudian datang seekor ular bernama Jaka Linglung yang mengaku sebagai putra Aji Saka.

Aji Saka ingin mengakui anak dengan catatan bahwa ia dapat mengalahkan Bajul Putih di Laut Selatan dan jika ia menang mungkin tidak melewati tanah karena akan menakuti rakyat. Kemudian pergi ke Jaka Linglung bertemu Bajul Putih, perkelahian terjadi kemudian dan Jaka Linglung menang.

Kemudian Jaka Linglung kembali melalui tanah, mengira dia telah tiba di Medang Kamulan, kemudian dia mengangkat kepalanya dan ternyata dia belum tiba. Karena yang ada di “Sejo Ora Ono” (yang dikira tidak ada) maka disebut Jono (sing diseJO ora oNO). Dia menyelam ke tanah lagi. Tempat pertama di mana kepala Joko Linglung ditempatkan sekarang adalah sumber air garam yang bisa dijadikan garam di Desa Jono.

Open chat
1
Butuh Bantuan ?
Hai ! Dengan admin Jual Garam Vulkanik Termurah yang siap membantu ^^